Jumat, 19 Juli 2013

Makalah Reaksi Redoks

BAB.I
PENDAHULUAN

1.1.  LATAR BELAKANG

Reaksi Redoks adalah reaksi yang didalamnya terjadi perpindahan elektron secara berurutan dari satu spesies kimia ke spesies kimia lainnya, yang sesungguhnya terdiri atas dua reaksi yang berbeda, yaitu oksidasi (kehilangan elektron) dan reduksi (memperoleh elektron). Reaksi ini merupakan pasangan, sebab elektron yang hilang pada reaksi oksidasi sama dengan elektron yang diperoleh pada reaksi reduksi. Masing-masing reaksi (oksidasi dan reduksi) disebut reaksi paruh (setengah reaksi), sebab diperlukan dua setengah reaksi ini untuk membentuk sebuah reaksi  dan reaksi keseluruhannya disebut reaksi redoks.

Ada tiga definisi yang dapat digunakan untuk oksidasi, yaitu kehilangan elektron, memperoleh oksigen, atau kehilangan hidrogen. Dalam pembahasan ini, kita menggunakan definisi kehilangan elektron

Oksidasi adalah reaksi dimana suatu senyawa kimia kehilangan elektron selama perubahan dari reaktan menjadi produk. Sebagai contoh, ketika logam Kalium bereaksi dengan gas Klorin membentuk garam Kalium Klorida (KCl), logam Kalium kehilangan satu elektron yang kemudian akan digunakan oleh klorin. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

K  —–>    K+ + e-

Ketika Kalium kehilangan elektron, para kimiawan mengatakan bahwa logam Kalium itu telah teroksidasi menjadi kation Kalium.

Seperti halnya oksidasi, ada tiga definisi yang dapat digunakan untuk menjelaskan reduksi, yaitu memperoleh elektron, kehilangan oksigen, ataumemperoleh hidrogen. Reduksi sering dilihat sebagai proses memperoleh elektron. Sebagai contoh, pada proses penyepuhan perak pada perabot rumah tangga, kation perak direduksi menjadi logam perak dengan cara memperoleh elektron. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

Ag+ + e- ——>   Ag

Ketika mendapatkan elektron, para kimiawan mengatakan bahwa kation perak telah tereduksi menjadi logam perak.

Baik oksidasi maupun reduksi tidak dapat terjadi sendiri, harus keduanya. Ketika elektron tersebut hilang, sesuatu harus mendapatkannya.  Sebagai contoh, reaksi yang terjadi antara logam seng dengan larutan tembaga (II) sulfat dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi berikut :

Zn(s) + CuSO4(aq) ——>  ZnSO4(aq) + Cu(s)
Zn(s) + Cu2+(aq) ——>  Zn2+(aq) + Cu(s) (persamaan ion bersih)

Sebenarnya, reaksi keseluruhannya terdiri atas dua reaksi paruh :

Zn(s) ——>   Zn2+(aq) + 2e-
Cu2+(aq) + 2e- ——>  Cu(s)

1.2.  RUMUSAN MASALAH

  • Pengertian  Reaksi Redoks 
  • Penyetaraan Reaksi Redoks 
  • Aturan Bilangan Oksidasi
  • Oksidasi Dan Reduksi 
1.3.  TUJUAN

  • Agar Mahasiswa dapat memahami konsep dasar dari suatu persamaan reaksi redok
  • Agar Mahasiswa dapat menyebutkan pengertian reaksi redoks
  • Agar Mahasiswa dapat mengidentifikasi senyawa yang mengalami peristiwa reduksi dan oksidasi
  • Agar Mahasiswa dapat menentukan bilangan oksidasi suatu spesi berdasarkan aturan biloks
  • Agar Mahasiswa dapat menyetarakan suatu persamaan reaksi redoks.


BAB.II
PEMBAHASAN



1.1.  PENGERTIAN  REAKSI REDOKS

Suatu reaksi serah terima elektron dan reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi disebut reaksi redoks

Contoh :

HNO3+  H2S       ——>        NO   + S + H2O

   +5           -2                +2       0   oksidasi(2)

reduksi (3)


1.2.  OKSIDASI DAN REDUKSI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8BFeJk7twG2B7nbO4EtcfcG_ln0-eYpyipYXHzftmwo7DhkNFAwPgx9BJJ8qwET2tLez-KHYDto8Z9cKhfCEP3X9NNriK95H6qgTpaFL4yh7pkEJ7AQfJ0cfd-lr4lWIregDZGVutbG0/s320/REDOKS.png


Reaksi oksidasi
  • Reaksi pengikatan oksigen

    H2 + ½ O2  ——>    H2O
  • Reaksi pelepasan elektron

    HNO3+3H++3e  ——>  NO+H2O
  • Mengalami pertambahan BILOKS
    H2S        ——>       S
    -2                      0

Reaksi reduksi

  • Reaksi pelepasan oksigen

    H2O     ——>       H2  + O2
  • Reaksi penangkapan elektron

    H2S    ——>   S+ 2H++2e
  • Mengalami pengurangan BILOKS
    HNO3        ——>        NO
    +5                     +2 


1.3.  ATURAN BILANGAN OKSIDASI

  1. Unsur bebas (misalnya H2, O2, N2, Fe, dan Cu) mempunyai bilangan oksidasi = 0 
  2. Umumnya unsur H mempunyai bilangan oksidasi = +1, kecuali dalamsenyawa hidrida, bilangan oksidasi H = –1.Contoh:
    • Bilangan oksidasi H dalam H2O, HCl, dan NH3 adalah +1
    • Bilangan oksidasi H dalam LiH, NaH, dan CaH2 adalah –1

  1. Umumnya unsur O mempunyai bilangan oksidasi = –2, kecuali dalamsenyawa peroksida, bilangan oksidasi O = –1.Contoh:
    • Bilangan oksidasi O dalam H2O, CaO, dan Na2O adalah –2
    • Bilangan oksidasi O dalam H2O2, Na2O2 adalah –1
  2. Unsur F selalu mempunyai bilangan oksidasi = –1.
  3. Unsur logam mempunyai bilangan oksidasi selalu bertanda positif.Contoh:

    • Golongan IA (logam alkali: Li, Na, K, Rb, dan Cs) bilangan oksidasinya = +1
    • Golongan IIA (alkali tanah: Be, Mg, Ca, Sr, dan Ba) bilangan oksidasinya = +2
  1. Bilangan oksidasi ion tunggal = muatannya. Contoh: Bilangan oksidasi Fe dalam ion Fe2+ adalah +2
  2. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa = 0. Contoh : Dalam senyawa H2CO3 berlaku: 2 biloks H + 1 biloks C + 3 biloks O =0
  3. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam ion poliatom = muatan ion.  Dalam ion NH4+ berlaku 1 biloks N + 4 biloks H = + 1 

1.4.  PENYETARAAN REAKSI REDOKS

Reaksi redoks dapat disetarakan dengan cara langsung (cara bilangan oksidasi) atau cara setengah reaksi.

1.4.1.      Cara Langsung (Bilangan Oksidasi)

  • Tentukan reaksi reduksi dan oksidasi
  • Tulis perubahan biloks yang terjadi
  • Samakan jumlah elektron yang dilepas dan diterima dengan menambahkan koefisien
  • Hitung jumlah muatan kiri dan kanan
Jika muatan kiri > kanan à tambahkan OH- pada ruas kiri
Jika muatan kiri < kanan à tambahkan H+ pada ruas kiri

  •  Samakan jumlah H dengan menambahkan H2O pada ruas kanan


 
Contoh :

HNO3+ H2S——>NO + S + H2O

Penyelesaian 

Langkah I
Menentukan unsur yang mengalami perubahan biloks , yaitu N dan S

langkah II
Harga biloks yang mengalami perubahan

HNO3+ H2S ——>O + S + H2O

   +5         -2            +2       0

Langkah III
Unsur yang mengalami peristiwa reduksi dan oksidasi

HNO3+ H2S——>NO   + S + H2O
+5        -2       +2       0 oksidasi(2)

reduksi (3)

Langkah IV
HNO3 dan NO dikalikan 2 sedangkan H2S dan S dikalikan 3 sehingga reaksinya menjadi :

2 HNO3+ 3H2S——>2NO + 3S + H2O

Langkah V
Penyetaraan jumlah atom yaitu Penambahan koefisien pada H2O agar jumlah atom H dan O sama di ruas kiri dan kanan , maka jadi :

2 HNO3+ 3H2S——>2NO + 3S + 4H2O


1.4.2.Cara Setengah Reaksi

  • Pecahlah reaksi menjadi dua persamaan (reaksi reduksi dan reaksi oksidasi )
  • Penyetaraan setiap persamaan ½ reaksi
  • Menyetarakan atom O dan H dengan menambah koefisien
  • Menyetarakan jumlah atom O dengan menambah H2Odiruas yang kekurangan O
  • Menyetarakan jumlah atom H dengan menambah H+ diruas yang kekurangan H
  • Menyetarakan jumlah muatan dengan  menambahkan elektron seruas dengan H+
  • Menyetarakan jumlah elektron pada kedua persamaan ½ reaksi
  • Menjumlahkan kedua persamaan setengah reaksi
Contoh Soal : 

HNO3+ H2S——>NO + S + H2O

Penyelesaian 

Langkah I
Buat reaksi oksidasi dan reduksi

Reduksi  : HNO3——>NO
Oksidasi : H2S——>S

Langkah II
Penyetaraan jumlah atom dan jumlah muatan

HNO3+ 3H+ +3e——>NO + 2H2O          (x2)
H2S——>S + 2H+ + 2e                             (x3)

Langkah III
Jumlahkan kedua setengah reaksi

2HNO3+ 6H+ + 6e——>2NO + 4H2O   
3H2S——>3S + 6H+ + 6e

Menjadi, 2HNO3+3 H2S  ——> 2NO +3 S + 4H2O
 

BAB.III
PENUTUP

3.1.KESIMPULAN

Persamaan reaksi redoks adalah reaksi serah terima elektron dan disertai perubahan bilangan oksidasi.

Reduksi adalah reaksi penurunan BILOKS dan mengalami pengikatan elektron. Sedangkan, Oksidasi adalah reaksi  kenaikan BILOKS dan disertai dengan pelepasan elektron.


 
DAFTAR PUSTAKA


http://www.slideshare.net/kimiaunib/reaksi-redoks
Syukri, S., Kimia Dasar 1, Penerbit ITB, Bandung, 1999
Syukri, S., Kimia Dasar 2, Penerbit ITB, Bandung, 1999


Makalah Manusia Dan Cinta Kasih

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Dalam perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya manusia. Manusia dicipta dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi mengembangan cinta dari tuhan sebagai khalifah  di muka bumi. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang ini adalah pemaknaan akan cinta dalam realitas hidup ini. Apakah cinta dimaknai sebagai sesuatu yang fitrah yang mesti dijaga ataukah suatu wujud rasa yang mesti diagungkan.

Filsafat Ilmu


Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.[1] Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. (http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat)

Pentingnya Kompetensi Kepribadian Guru

Kompetensi kepribadian merupakan salah satu jenis kompetensi yang perlu dikuasai guru, selain 3 jenis kompetensi lainnya: sosial, pedagogik, dan profesional. Dalam Penjelasan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa kompetensi kepribadian guru yaitu kemampuan kepribadian yang: (1) mantap; (2) stabil; (3) dewasa; (4) arif dan bijaksana; (5) berwibawa; (6) berakhlak mulia; (7) menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; (8) mengevaluasi kinerja sendiri; dan (9) mengembangkan diri secara berkelanjutan. Sementara itu, Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi dan Kompetensi Guru menjelaskan kompetensi kepribadian untuk guru kelas dan guru mata pelajaran, pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah, sebagai berikut:

Kamis, 18 Juli 2013

Pendidikan Karakter



HUMANISME SEBAGAI PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT DRIYARKARA

Setiap bangsa, setiap masyarakat, setiap kebudayaan membutuhkan suatu pembaharuan, agar dapat bertahan hidup. Demikian juga dengan pendidikan, membutuhkan suatu renaissance atau menurut filsuf M. Heidegger, suatu geistige renewal.(1) Bagaimana hal ini dapat dilakukan? Menurut pendapat saya kita harus kembali kepada Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila seraya menatap ke depan menghadapi tantangan jaman. Dalam Pembukaan UUD 1945 itu pendidikan itu merupakan salah satu tujuan dibentuknya Pemerintah Negara Indonesia dan dirumuskan sebagai “mencerdaskan kehidupan bangsa”. 

Rabu, 17 Juli 2013

Pendidikan Karakter Menurut Prof. Driyakarya




Artikel ini saya buat setelah materi pembelajaran Pendidikan Karakter Pertemuan Pertama. Bisa langsung di copas
Setiap bangsa, setiap masyarakat, setiap kebudayaan membutuhkan suatu pembaharuan, agar dapat bertahan hidup. Demikian juga dengan pendidikan, membutuhkan suatu renaissance atau menurut filsuf M. Heidegger, suatu geistige renewal.(1) Bagaimana hal ini dapat dilakukan? 

Profesi dan Kepribadian Guru

1. Integritas
Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan definisi lain dari integritas adalah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah hipocrisy (hipokrit atau munafik).  Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia). Mudahnya, ciri seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.Integritas menjadi karakter kunci bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang mempunyai integritas akan mendapatkan kepercayaan (trust) dari pegawainya. Pimpinan yang berintegritas  dipercayai karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi  tindakannya.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda